Radio Stream 24/7 Online Everyday!

Install & Embed Radio Telunjuk

Rosario 20:00 >> Peristiwa Gembira: Senin & Sabtu - Peristiwa Sedih: Selasa & Jumat - Peristiwa Mulia: Rabu & Minggu - Peristiwa Terang: Kamis.
• Kerahiman Ilahi 15:00 • Omphaloscopa (Tikam/Tombak) 03:00 • Angelus 06:00, 12:00 & 18:00

Mengenal Keberanian Bapa-Bapa Gereja Yang Hadir Di Nikea

Penghormatan Kaisar Konstantinus Pada Bapa Apostolik
Penghormatan Kaisar Konstantinus Pada Bapa Apostolik

Sejarah kekristenan bukan sekadar deretan angka dalam buku teks, melainkan sebuah narasi yang tertulis di atas daging dan tulang yang hancur. Saat ini, kata "bersaksi" seringkali diucapkan dengan begitu mudah dan murah. Namun, di Konsili Nikea (325 M), kesaksian bukan tentang perasaan emosional sesaat, melainkan tentang cacat tubuh permanen yang dibawa hingga mati demi menjaga kemurnian iman apostolik. Kisah Nikea adalah kisah tentang bagaimana "Gereja yang menderita" tiba-tiba berdiri di jantung kekuasaan dunia, menunjukkan kepada kaisar apa artinya setia sampai akhir.

Para martir Kristen awal di arena Romawi
Para martir Kristen awal di arena Romawi

Ketika Kaisar Konstantinus mengundang lebih dari 300 uskup dari seluruh dunia Romawi, (Mesir, Suriah, Persia, hingga Britania) ia mengharapkan sebuah pertemuan diplomatik. Namun, sejarah mencatat bahwa Konstantinus tidak siap dengan pemandangan yang menyambutnya. Aula istana yang megah itu tiba-tiba dipenuhi oleh pria-pria yang "rusak" secara fisik. Perlu diingat, baru 20 tahun sebelumnya, Kekaisaran Romawi melancarkan penganiayaan besar-besaran paling berdarah dalam sejarah Gereja kepada umat kristen yang dikenal sebagai Persekusi Diokletianus. Banyak uskup yang berjalan masuk ke aula tersebut membawa bukti hidup dari siksaan itu:

Pemandangan di aula Nikea saat itu sungguh menggetarkan jiwa, di mana raga para uskup menjadi saksi bisu yang lebih bicara daripada kata-kata; terlihat mereka yang memiliki lubang mata kosong karena dicungkil dengan besi panas, tangan-tangan yang buntung karena dipotong setelah dengan tegas menolak membakar kemenyan bagi dewa-dewa pagan, serta kaki-kaki yang pincang permanen akibat urat saraf yang sengaja diputus di kegelapan penjara bawah tanah.

Ditambah dengan bekas luka bakar yang mengerikan yang menghiasi wajah dan punggung mereka, rupa fisik yang hancur ini adalah "meterai" kesetiaan yang tak terbantahkan. Ini sebuah bukti nyata bahwa iman yang mereka pertahankan bukanlah sekadar teori teologis, melainkan kebenaran yang telah mereka bela di tengah siksaan yang paling kejam sekalipun.

Rufinus dari Aquileia
Rufinus dari Aquileia

Sejarah sekuler dan catatan Bapa Gereja seperti Teodoreto dari Kiros (Gereja Tumur) dan  Rufinus dari Aquileia (Gereja Barat)  menceritakan momen yang sangat mengharukan: Konstantinus, penguasa tunggal dunia Romawi, berjalan di antara para uskup ini. Ia tidak berdiri dengan angkuh; sebaliknya, ia berlutut dan mencium lubang-lubang mata yang kosong serta tangan-tangan yang buntung itu.

"Di sana hadir pula Paphnutius, seorang pria Tuhan, uskup dari sebuah kota di Mesir Atas, seorang pengaku iman yang matanya telah dicungkil dan sendi lututnya dipotong demi nama Kristus." (Rufinus dari Aquileia)

"Banyak di antara mereka yang bersinar dengan anugerah apostolik; dan banyak pula, menurut perkataan Rasul yang kudus, memikul tanda-tanda Tuhan Yesus Kristus pada tubuh mereka.

Paulususkup Neocaesarea (sekarang di wilayah Turki/Suriah), sebuah benteng yang terletak di tepian sungai Efrat, telah kehilangan fungsi kedua tangannya karena otot-ototnya telah terbakar oleh besi panas yang ditempelkan padanya pada masa penganiayaan Lisinius.

Yang lain kehilangan mata kanannya; yang lain lagi kehilangan lengan kanan mereka. Singkatnya, pertemuan itu tampak seperti sebuah pasukan martir yang berkumpul bersama. (Teodoreto dari Kiros)

Adapun juga sejarawan gereja abad ke-5 dari Konstantinopel yaitu Socrates Scholasticus mencatat hal yang sama tentang Paphnutius. Ia juga menuliskan tentang Potammon, Uskup Heraclea yang juga hadir di konsili Nikea saat itu.

  • Potammon adalah seorang martir yang masih hidup; ia kehilangan satu matanya selama penganiayaan di bawah Kaisar Maximinus Daia.
  • Socrates menekankan bahwa kehadiran orang-orang seperti mereka memberikan bobot moral yang luar biasa pada keputusan konsili, karena mereka telah membuktikan kebenaran iman mereka melalui siksaan fisik.

Kaisar Konstantinus Menghormati Para Uskup
Kaisar Konstantinus Menghormati Para Uskup

Konstantinus, sang Kaisar yang memimpin legiun tentara terkuat di dunia itu memberi penghormatan kepada orang-orang yang tetap teguh saat dunia mencoba menghancurkan mereka. Ini adalah teguran keras bagi siapa pun yang meremehkan warisan Bapa Gereja. Iman mereka bukan lahir dari diskusi meja makan yang nyaman, melainkan ditempa di dalam penjara kekaisaran, di hadapan singa-singa kolose, dan di bawah cambuk algojo.

Di tengah kondisi tubuh yang cacat inilah, mereka berkumpul untuk menghakimi bidah Arianisme. Bayangkan kontrasnya: di satu sisi ada Arius yang menawarkan logika filsafat yang "mudah", dan di sisi lain ada para uskup yang telah kehilangan anggota tubuh demi mempertahankan bahwa Yesus adalah Allah sejati dari Allah sejati.

Bagi para Bapa Gereja ini, mempertahankan doktrin apostolik bukan sekadar menang berdebat, melainkan menjaga amanah yang telah mereka bayar dengan darah. Persatuan yang dipimpin oleh utusan Paus Silvester I dan para pahlawan iman ini bukan sekadar keputusan politik; itu adalah pernyataan resmi dari "Pasukan Martir" yang tidak bisa dibeli oleh emas kaisar maupun dipatahkan oleh ancaman maut.

Bapa-Bapa Apostolik Katolik
Bapa-Bapa Apostolik Katolik

Jika saat ini kita begitu mudah mencela tradisi dan ajaran para Bapa Gereja, kita perlu bertanya pada diri sendiri: Apakah kita memiliki keberanian yang sama untuk cacat demi satu baris kalimat dalam Kredo?

Nikea mengajarkan bahwa Gereja Katolik tidak dibangun di atas retorika kosong. Gereja dibangun di atas kesetiaan para Rasul dan penerusnya yang menolak berkompromi dengan zaman. Luka-luka mereka adalah lencana kehormatan yang membuktikan bahwa kebenaran itu mahal harganya.

Jika Tuhan mampu mengubah keadaan para uskup dari katakombe ke meja perjamuan kaisar hanya dalam waktu 20 tahun, bayangkan apa yang bisa dilakukan-Nya dalam pergumulan hidup Anda saat ini. Namun ingat, kemenangan sejati hanya diberikan kepada mereka yang berani memikul salib dengan tetap setia berada di dalam kandang yang benar yakni Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik meski raga mereka harus menanggung segala risikonya.

"Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai."(Mazmur 126:5)

Santo Erasmus dicambuk di hadapan Kaisar Diocletian
Santo Erasmus dicambuk di hadapan Kaisar Diocletian

Daftar Sumber

  • Sumber Primer (Sejarah Gereja Purba)
    • Teodoreto dari Kiros (Theodoret of Cyrus). Historia Ecclesiastica (Ecclesiastical History), Buku 1, Bab 7. (Mencatat rincian spesifik tentang Paulus dari Neocaesarea dan deskripsi "Pasukan Martir").
    • Rufinus dari Aquileia. Historia Ecclesiastica, Buku 10 (Tambahan pada karya Eusebius). (Sumber utama kisah Kaisar Konstantinus mencium mata Paphnutius).
    • Socrates ScholasticusHistoria Ecclesiastica, Buku 1, Bab 8 & 11. (Mencatat kehadiran Paphnutius dan Potammon serta penghormatan kaisar kepada mereka).
    • Sozomen. Historia Ecclesiastica, Buku 1, Bab 10. (Memberikan detail tambahan tentang para uskup yang selamat dari persekusi).
    • Eusebius dari KaisareaVita Constantini (Life of Constantine), Buku 3, Bab 7-9. (Saksi mata yang menggambarkan kemegahan dan keragaman para uskup di Nikea).
  • Sumber Modern & Magisterium
    • Paus Benediktus XVI. Audiensi Umum (2007) mengenai "St. Irenaeus dari Lyon" dan "Eusebius dari Kaisarea" (Membahas pentingnya suksesi apostolik dan tradisi Nikea).
    • Warren H. Carroll. The Founding of Christendom (Sejarah Gereja Katolik yang sangat detail mengenai keberanian para Bapa Gereja menghadapi persekusi Romawi). Link.

Panduan Menjadi Katolik
Kanisius

Panduan Menjadi Katolik - Kanisius

Komentar

download ebook pdf gratissiaran podcast

SIARAN PODCAST!

salib kristus santo benediktus

Postingan Populer